Fadli Zon Ditegur Prabowo Subianto Karena Menyindir Presiden

Fadli Zon Ditegur Prabowo Subianto Karena Menyindir Presiden

Fadli Zon Ditegur Prabowo Subianto Karena Menyindir Presiden – Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon mendapatkan teguran dari partainya karena menyindir Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) belum meninjau banjir di Sintang, Kalimantan Barat. Teguran itu dari Ketua Umum Partai Gerindra  Prabowo Subianto melalui Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani.

Fadli Zon ditegur Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto karena menyindir Presiden Joko “Jokowi” Widodo yang ke Sirkuit Mandalika ketimbang ke Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar), pada Jumat (12/11/2021) lalu. Setelah kejadian itu, selama empat hari terakhir ini Fadli Zon tidak aktif di media sosialnya.

Sebelumnya Fadli Zon aktif di media sosial Twitter-nya, @fadlizon. Namun, empat hari terakhir hingga, Fadli Zon belum juga aktif di Twitter-nya. Postingan terakhir politikus Gerindra itu adalah berita mengenai hutan Papua.

1. Akun YouTube Fadli Zon masih aktif, tapi tak bahas isu

Sering Bela Rizieq Shihab, Fadli Zon Diminta Gabung FPI Oleh Ferdinand -  Suara Sulsel

Fadli Zon juga memiliki akun YouTube. Akunnya bernama Fadli Zon Official. Pada akun YouTube-nya, Fadli Zon tidak lagi membahas suatu isu. Postingan terakhirnya mengenai musik, yakni dari Mulan Jameela dan Ahmad Dani. Selain itu, ada postingan mengenai puisi yang dibacakan Imam Soleh feat Jodhi Yudoyono dan musikalisasi puisi dari Jodhi Yudoyono.

Saat dikonfirmasi ke Fadli Zon mengapa dia tak aktif lagi di dunia maya, dia tak meresponnya.

2. Fadli Zon diminta tidak baper usai ditegur Prabowo
Usai Ditegur Prabowo, Fadli Zon Menghilang dari Medsos 4 Hari

Sebelumnya Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegur Fadli Zon. Politikus Gerindra Arief Poyuono pun meminta Fadli Zon untuk tidak ‘baper’.

“Terkait teguran Prabowo saya pikir Fadli Zon tidak perlu di bawa ke hati, biasa-biasa saja, dan gak perlu tidak mengaktifkan akun media sosialnya,” kata Arief Poyuono dalam keterangannya, Selasa (16/11/2021).

Menurut Arief, kritik Fadli Zon kepada Jokowi tidak salah sama sekali. Sebab, Fadli Zon adalah anggota dewan.

Namun dia mengatakan, kritik itu menjadi salah karena disampaikan melalui media sosial.

“Jangan di medsos (media sosial) mengkritiknya, kan ada saluran khusus untuk melakukan kritik pada Jokowi. Nanti kalau lewat medsos jadi misinformasi dan salah arti, serta membuat gaduh seakan-akan Prabowo tidak loyal pada Jokowi dinilai oleh netizen,” ucapnya.

Arief yakin Jokowi tidak marah karena dikritik Fadli Zon. Dia mengatakan, Jokowi justru senang karena ada wakil rakyat seperti Fadli Zon yang peduli dengan kerja pemerintah.

3. Fadli Zon kena tegur Gerindra
Fadli Zon soal Bentrok FPI-Polisi: Jangan Sampai Langgar HAM

Untuk diketahui, Fadli Zon menyindir Presiden Jokowi yang ke Sirkuit Mandalika ketimbang ke Sintang, Kalbar untuk meninjau warga terdampak banjir.

“Kepada Beliau (Fadli Zon) sudah diberikan teguran dan kami juga meminta maaf apabila statement tersebut menimbulkan ketidaknyamanan,” kata Juru Bicara Partai Gerindra, Habiburokhman, dikutip Senin (15/11/2021).

Habiburokhman mengatakan, sindiran Fadli Zon bersifat pribadi atau tidak mewakili Partai atau Fraksi Gerindra. Teguran, kata dia, adalah hal biasa di Gerindra.

“Sebagai kader Gerindra, adalah hal yang biasa bagi kami jika ditegur apabila ada statement yang kurang  tepat. Saya sendiri sebagai Jubir partai sering kena teguran, begitu juga rekan-rekan anggota DPR lainnya,” ucap Habiburokhman.

Akun Twitter Fadli Zon pun belum kembali aktif usai mendapat teguran itu. Cuit terakhir Fadli Zon pada Sabtu 13 November 2021 pukul 17.51 WIB. Lalu, apakah nasib anggota DPR dari partai yang berkoalisi dengan pemerintah seperti itu?

Ujang menilai apa yang dialami Fadli Zon itu merupakan risiko dan dampak berada dalam koalisi pemerintahan. “Jika ada anggotanya yang kritis langsung disemprit,” ujar direktur eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini.
Dia pun kurang sepakat dengan teguran kepada Fadli Zon tersebut. Menurut dia, partai tidak boleh berlebihan menegur anggota yang kritis.