Dua Senjata Api yang Dirampas KKB Telah Diamankan TNI-Polri

Dua Senjata Api yang Dirampas KKB Telah Diamankan TNI-Polri

Dua Senjata Api yang Dirampas KKB Telah Diamankan TNI-Polri – KKB adalah sebutan penegak hukum Indonesia untuk kelompok militan yang mengatasnamakan diri mereka sebagai Tentara Pembebasan Nasional  Papua  Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Kendati demikian, tokoh masyarakat Papua, Michael Menufandu, mengatakan ada perbedaan antara KKB dengan Kelompok Separatis Bersenjata (KSB). Tim gabungan TNI-Polri berhasil mengamankan dua senjata api laras panjang jenis SS1 yang dirampas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari Kantor Polsubsektor Oksamol, Pegunungan Bintang, Papua.

Dua senjata api itu ditemukan saat tim gabungan melakukan penggeledahan di sebuah rumah yang dijadikan tempat Download IDNPlay Apk persinggahan KKB di Kampung Bombing, Rabu (2/6/2021) pukul 01.30 WIT. KKB juga disebut sering meminta dana desa ke kepala desa atau kampung. Natalis mengatakan, para KKB itu menggunakan senjata api saat mengintimidasi masyarakat dan kepala desa.

1. Tim gabungan masih mencari satu senjata api yang dibawa kabur
TNI-Polri Amankan 2 Senjata Api yang Dirampas KKB dari Pos Polisi 

Mustofa menjelaskan, sebelum penggeledahan, Senin (31/5/2021), tim gabungan melakukan penyelidikan terkait hilangnya tiga pucuk senjata api inventaris Polsubsektor Oksamol Polres Pegunungan Bintang saat penyerangan, yang mengakibatkan Kepala Subsektor Briptu Mario Sanoy meninggal dunia.

Selanjutnya, Selasa (1/6/2021), tim gabungan berhasil mengetahui tempat disembunyikannya dua senjata api milik inventaris Polsubsektor Oksamol.

Mustofa mengatakan, lokasi penyimpanan senjata api tersebut merupakan tempat singgah KKB yang diduga melakukan penyerangan terhadap Polsubsektor Oksamol.

“Saat ini tim gabungan masih melakukan pencarian 1 pucuk senjata api laras pendek jenis revolver inventaris Polsubsektor Oksamol,” ujarnya.

2. Briptu Mario diserang 6 anggota KKB
TNI-Polri Amankan 2 Senjata Api yang Dirampas KKB dari Pos Polisi 

Sebelumnya, Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol M. Iqbal Alqudusy mengatakan, Pos Polisi Oksamol diserang oleh enam orang KKB pada Jumat (28/5/2021) pukul 01.00 WIT.

Dalam peristiwa itu, warga sempat melihat ada enam orang dari Distrik Kiwirok yang masuk ke Distrik Oksamol dan telah memantau pos polisi.

Selain menewaskan Briptu Mario, para penyerang juga merampas tiga pucuk senjata api beserta amunisi.

3. TPNPB-OPM menyatakan bertanggung jawab terhadap kematian Briptu Mario
TNI-Polri Amankan 2 Senjata Api yang Dirampas KKB dari Pos Polisi 

Juru Bicara (Jubir) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom mengatakan, pihaknya bertanggung jawab atas penembakan yang terjadi pada Briptu Mario.

Sebby mengklaim, TPNPB menjadi dalang penembakan tersebut, yang dilakukan di bawah komando Lamek Taplo. Sebby juga mengatakan, kondisi di lapangan hanya terdapat satu jalan. Jalan tersebut hanya dapat diakses lewat udara atau pesawat, karena sulit dilalui melalui jalur darat.

Kapolres Intan Jaya AKBP I Wayan G Antara mengaku beberapa kali mendapat laporan mengenai perampasan dana desa oleh KKB. Menurutnya,  KKB memakai dana rampasan itu untuk membeli senjata api. Aparat keamanan juga belum bisa memberi bantuan untuk mencegah perbuatan  KKB tersebut.

Lokasi desa dan akses yang tak bisa dilalui kendaraan bermotor menjadi penyebab utama aparat keamanan tak bisa mengawal para kades yang baru saja mengambil dana.