Berikut Etika Dalam Mengabarkan Berita Buruk pada Seseorang

Berikut Etika Dalam Mengabarkan Berita Buruk pada Seseorang

Berikut Etika Dalam Mengabarkan Berita Buruk pada Seseorang – Berita Buruk (Bad News) diartikan sebagai kabar atau infomasi yang tidak menyenangkan yang berdampak secara serius mengubah pandangan seorang akan masa depannya. Penyampaian kabar buruk adalah bentuk komunikasi yang kompleks.

Dalam penyampaian berita Buruk di butuhkan kemampuan verbal yang baik dari si penyampai Pesan. Selain itu, diperlukan kemampuan untuk merespons pada reaksi emosional si penerima Pesan, mengajak si penerima ikut serta dalam mengambil keputusan dan kemampuan untuk berhadapan pada ekspektasi.

Memberitahukan kabar baik tentu bisa dilakukan siapa pun dengan mudah. Gak ada beban, yang ada justru rasa bahagia dan ketidaksabaran untuk menyampaikannya. Namun untuk kabar buruk, kamu harus memikirkan cara terbaik untuk menyampaikannya. Bahkan mungkin kamu ingin Daftar Club388 Via Pulsa menghindari tugas itu saking bingungnya.

1. Langsung memberitahukan apa yang terjadi sekiranya dia cukup siap
5 Etika Mengabarkan Berita Buruk pada Seseorang, Cegah Syok

Misalnya, orangtua sepupumu sudah lama sakit keras dan beberapa minggu ini dirawat di rumah sakit. Pada saat beliau berpulang, sepupumu kebetulan sedang di luar. Kamu yang menggantikannya berjaga di rumah sakit.

Dengan kondisi begini, dia pasti sudah siap akan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi pada orangtuanya. Rasa terkejut akan tetap ada. Namun gak separah bila orangtuanya sehat-sehat saja lalu meninggal karena kecelakaan misalnya.

2. Gak langsung bilang, tetapi memberikan petunjuk
5 Etika Mengabarkan Berita Buruk pada Seseorang, Cegah Syok

Sekalipun kondisinya sama seperti dalam poin pertama, orangtua saudaramu sudah lama sakit, mungkin kamu tetap sulit untuk langsung mengatakannya. Bila seperti ini, kamu bisa memilih cara yang lebih halus.

Kamu bisa meneleponnya atau menjemputnya. Lalu cukup bilang, “Yuk, ke rumah sakit sekarang. Kamu sudah ditunggu orangtuamu.”

Tentu dia akan bertanya ada apa. Kalau kamu masih belum tega juga untuk mengatakan yang sebenarnya, kamu bisa berkata, “Yang penting kamu secepatnya sampai dulu.”

3. Gak mengatakan apa-apa, langsung mengajaknya melihat apa yang terjadi
5 Etika Mengabarkan Berita Buruk pada Seseorang, Cegah Syok

Misalnya, temanmu kecelakaan. Kamu harus segera memberi tahu pasangannya. Sayangnya, kamu gak terlalu mengenalnya sehingga gak tahu kira-kira akan seperti apa reaksinya nanti.

Apakah dia bisa cukup tenang atau justru panik sekali? Atau malah pingsan? Kamu juga sedang sangat tergesa-gesa sehingga kesulitan menemukan kalimat yang tepat.

Daripada membuang-buang waktu untuk berpikir, langsung saja memintanya datang ke rumah sakit atau kantor polisi. Yang penting sebutkan identitasmu dengan jelas dan minta dia datang bersama saudara atau teman.

Selain agar dia gak perlu khawatir hanya sedang menjadi target kejahatan, juga supaya nanti ada yang membantumu menenangkannya jika dia syok setelah mengetahui yang sesungguhnya terjadi.

4. Memberitahukan melalui orang terdekatnya
5 Etika Mengabarkan Berita Buruk pada Seseorang, Cegah Syok

Ketidakdekatanmu dengan seseorang memang bisa membuatmu gak enak banget saat hendak menyampaikan kabar buruk. Nah, jika kamu mengenal orang lain yang lebih dekat dengannya seperti sahabat atau saudaranya, kamu bisa meminta tolong padanya.

Tentu kamu harus tetap siap bila dia butuh menanyakan sesuatu padamu untuk meyakinkannya akan apa yang telah terjadi. Namun paling gak, orang terdekatnya lebih tahu cara berbicara yang tepat padanya dan cara menenangkannya.

5. Memberitahukan secara tertulis
5 Etika Mengabarkan Berita Buruk pada Seseorang, Cegah Syok

Bukan gak ada alasannya bila pemberhentian kerja sering dilakukan secara tertulis alias dengan surat. Selain sebagai penegasan resmi dari kantor, juga mempertimbangkan reaksi orang setelah membacanya.

Membaca lebih membutuhkan waktu daripada mendengar. Saat membaca, orang harus lebih berkonsentrasi biar gak gagal paham. Pun sering kali dilakukan saat sendirian di sebuah ruangan sehingga suasananya lebih tenang.

Semua itu lebih mungkin mencegah ledakan emosi. Kalau hanya mendengar, orang belum selesai bicara pun dia bisa langsung emosi. Apalagi bicaranya berhadap-hadapan. Bisa-bisa langsung gak terima dan terjadi adu jotos.

Menyampaikan kabar buruk memang gak mudah. Oleh karenanya, perlu dilakukan dengan sangat hati-hati.