Bentrokan Aparat Kepolisian Chile dan Aktivis Suku Mapuche

Bentrokan Aparat Kepolisian Chile dan Aktivis Suku Mapuche

Bentrokan Aparat Kepolisian Chile dan Aktivis Suku Mapuche – POLISI antihuru-hara Cile bentrok dengan demonstran, saat komunitas suku asli Mapuche menggelar aksi unjuk rasa, menyebabkan 18 ornag terluka dan 10 lainnya ditahan. Sekitar 1.000 aktivis ambil bagian dalam aksi demonstrasi di pusat kota Santiago, mayoritas mengenakan poncho dan hiasan kepala tradisional, menuntut otonomi bagi komunitas Mapuche, ketika polisi begerak membubarkan mereka menggunakan meriam air dan gas air mata.

Demonstran menanggapi aksi polisi itu dengan mengunakan tongkat dan batu dan konforntasi yang berlangsung selama sekitar 40 menit. Bentrokan antara aparat kepolisian Chile dan aktivis Suku Mapuche kembali terjadi pada Rabu (3/11/2021) di Araucania. Bahkan bentrokan besar ini mengakibatkan beberapa orang tewas dan belasan di antaranya mengalami luka-luka.

Sebelumnya, Pemerintah Chile sudah menerapkan darurat militer dan menerjunkan militer di area dominan Suku Mapuche yakni Araucania dan Biobio. Bahkan, aksi itu dilakukan setelah adanya demonstrasi besar Suku Mapuche di ibu kota Santiago.

1. Pertikaian aparat keamanan dan anggota Suku Mapuche kembali terjadi

Bentrokan antara aparat keamanan dan kelompok Suku Mapuche ini menyusul adanya darurat militer yang diterapkan di Araucania dan Biobio. Bahkan, kejadian ini berlangsung sehari setelah Presiden Sebastian Pinera meminta parlemen untuk memperpanjang status darurat di dua wilayah tersebut.

Penerjunan militer oleh Pinera diresmikan pada 12 Oktober lalu setelah adanya demonstrasi aktivis Suku Mapuche. Padahal, suku pribumi terbesar di Chile itu sedang melakukan aksi long march dan menuntut haknya sekaligus merayakan kedatangan Bangsa Spanyol di Benua Amerika.

Sementara itu, insiden bentrokan ini terjadi lantaran meningkatnya ketegangan antara pihak militer, polisi dan aktivis Suku Mapuche. Pasalnya, suku pribumi itu terus menuntut pemerintah agar bersedia mengembalikan tanah leluhur dan memberikan kewenangan sepenuhnya bagi mereka, dikutip dari France24.

2. Dua kelompok Suku Mapuche tewas dan tiga lainnya luka-luka

Dilansir dari Mercopress, Mendagri Rodrigo Delgado mengonfirmasi jika ada dua anggota Suku Mapuche yang tewas. Hal ini setelah pasukan Marinir dan Carabineros Chile menembakkan peluru ke arah beberapa orang suku pribumi.

“Saya mengonfirmasi kematian dua orang suku pribumi dan tiga terluka yang kini sedang berada di rumah sakit. Saya juga mengonfirmasi bahwa terdapat jarak empat jam antara dua insiden bersenjata dengan sergapan beserta tembakan. Orang tak bersalah itu dapat terluka oleh tembakan liar dan sulit untuk dipahami peluru itu datang dari mana. Maka mohon lebih berhati-hati dan investigasi akan menunjukkan yang paling transparan.”

Insiden penembakan ini berlangsung pada sore hari ketika petugas keamanan sedang menyingkirkan barikade di jalan nasional. Tiba-tiba, seorang suku pribumi dengan masker menyergap aparat keamanan. Mulanya, petugas menembakkan dengan peluru kosong tapi karena di peluru lain sudah terisi, ia menggunakan peluru sungguhan.

3. Masih berlanjutnya serangan di Araucania dan Biobio

Sementara itu, diketahui bahwa dua anggota Suku Mapuche yang ditembak itu berusia 23 dan 44 tahun. Sedangkan tiga lainnya dikabarkan sudah ditangkap oleh aparat keamanan yang berjaga di wilayah tersebut, dilaporkan dari Al Jazeera.

Dikutip dari Mercopress, beberapa hari terakhir, kasus teror di Araucania dan Biobio masih terus terjadi, meski tingginya penjagaan dari militer, termasuk kecelakaan kereta api dan pembakaran bus. Bahkan patroli antara Marinir dan Carabineros sempat diserang dengan senjata api oleh orang tak dikenal.

Di sisi lain, Suku Mapuche merupakan suku pribumi terbesar di Chile yang terus menuntut pengembalian tanah leluhurnya. Hal ini terkait masalah tanahnya yang diserahkan pemerintah terdahulu kepada perusahaan swasta di bidang perhutananan dan persewaan lahan.

Maka dari itu, kelompok Suku Mapuche kerap melakukan serangan kepada truk dan properti perusahaan swasta dalam beberapa dekade terakhir. Mereka menganggap perusahaan itu telah mencuri dan merusak hutan miliknya.

Polisi Cile, dalam sebuah pernyataan mengatakan seorang perempuan dan 17 polisi terluka dalan insiden itu dan 10 orang ditahan. Cile telah lama dituding melakukan diskriminasi terhadap warga Mapuche, suku asli terbesar di negara itu, yang puluhan tahun lalu menduduki area luas di Cile namun kini termarginalkan.

Dipandang sebagai penduduk pertama di Cile, Mapuche berjuang melawan penjajah Spanyol dan kemudian militer Cile setelah negara itu menyatakan kemerdekaan pada abad ke-19.