Bangladesh Akhirnya Punya Pembaca Berita Transgender Pertama

Bangladesh Akhirnya Punya Pembaca Berita Transgender Pertama

Bangladesh Akhirnya Punya Pembaca Berita Transgender Pertama – Pembawa acara berita adalah pembawa acara berita di televisi atau radio. Istilah ini biasa dipakai di industri televisi di Indonesia dan merupakan padanan penyiar berita yang juga banyak dipakai di radio.

Secara internasional dikenal tiga kategori yakni pembaca berita, penyiar berita, dan jangkar berita. Bangladesh akhirnya memiliki seorang pembaca berita trasngender pertama.

Dan telah menjalani debutnya pada hari Senin, 8 Maret 2021, waktu setempat. Dengan demikian, kaum transgender sudah mulai diterima secara luas di Club388 sana. Bagaimana awal ceritanya?

1. Ia mengaku menangis setelah menjalani debutnya yang berjalan sempurna
Bangladesh Akhirnya Punya Pembaca Berita Transgender Pertama

Dilansir dari The Guardian, pembaca berita transgender pertama di Bangladesh bernama Tashnuva Anan Shishir telah menjalani debut yang berjalan dengan sempurna pada hari Senin, 8 Maret 2021, waktu setempat. Ia mengaku menangis saat menjalani profesinya untuk pertama kalinya dan telah disaksikan di seluruh Bangladesh. Saat itu, ia hanya membacakan buletin berita dengan durasi 3 menit di TV swasta Bangladesh, Boishakhi.

Terlahir dengan nama asli Kamal Hossein Shishir, dia menemukan di awal masa remajanya ketika terjebak dalam tubuh seorang pria dan mengaku telah diserang secara seksual serta diintimidasi selama berbulan-bulan. Bahkan, penindasan yang dialaminya ini sempat membuat terpikir untuk mengakhiri hidupnya sebanyak 4 kali hingga ayahnya tidak pernah berbicara dengannya selama bertahun-tahun. Pada akhirnya, dia memutuskan untuk meninggalkan rumahnya di distrik pesisir selatan untuk tinggal sendirian di Dhaka dan kemudian di kota Narayanganj, di mana dia menjalani terapi hormon, bekerja untuk kegiatan amal, aktif di dunia teater, serta sambil melanjutkan studinya.

2. Awal mula Shishir diterima sebagai pembaca berita di Boishakhi
Bangladesh Akhirnya Punya Pembaca Berita Transgender Pertama

Awal mula Shishir bisa diterima di Boishakhi di mana saat Shishir pergi ke audisi untuk menjadi seorang pembaca berita atau kru di seluruh TV yang ada di Bangladesh. Namun, saluran TV Boishakhi menjadi satu-satunya yang cukup berani menerimanya dan bertugas sebagai pembaca berita. Menjelang siaran langsung yang ditayangkan di hari Senin, 8 Maret 2021, waktu setempat, ia merasa gerogi dan takut namun pada akhirnya berhasil mengatasi ketakutannya itu.

Setelah semuanya selesai, rekan-rekannya langsung bertepuk tangan dan memeluknya sehingga ia menjadi terharu. Kini, ia tak hanya ingin menjadi seorang pembaca berita, ia juga ingin menjajal ke dunia akting dengan mendaftar di 2 film layar lebar, termasuk dia akan berperan sebagai pelatih sepakbola wanita di salah satu film yang dimainkannya. Atas pencapaian yang diraihnya, ia berharap kaum transgender di Bangladesh bisa memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan mereka.

3. Sejak 2013 lalu, PM Bangladesh telah mengizinkan kaum transgender dan mengidentifikasi mereka sebagai gender terpisah
Bangladesh Akhirnya Punya Pembaca Berita Transgender Pertama

Komunitas LGBT menghadapi diskriminasi yang meluas di negara-negara Asia Selatan, dengan undang-undang era kolonial masih berlaku yang memberikan hukuman terhadap para pelaku LGBT dengan hukuman penjara, meskipun penegakan hukumnya jarang dilakukan. Pemerintah Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, sejak 2013 lalu telah mengizinkan kaum transgender yang diidentifikais sebagai gender terpisah dan sejak 2018 lalu, mereka diizinkan mendaftar untuk memilih sebagai gender ketiga.

Siaran yang menampilkan Shishir bertepatan pada Hari Perempuan Internasional dan mengikuti serangkaian langkah oleh perusahaan publik dan swasta untuk mengatasi prasangka mendalam terhadap masyarakat. Juru bicara dari Boishakhi TV, Julfikar Ali Manik, mengatakan pihaknya bertekad untuk memberikan kesempatan kepada Shishir untuk memiliki karier yang cemerlang meskipun ada resiko reaksi dari beberapa penonton di negara tersebut.