Badai Salju Menewaskan Para Warga & Anak-Anak di Pakistan

Badai Salju Menewaskan Para Warga & Anak-Anak di Pakistan

Badai Salju Menewaskan Para Warga & Anak-Anak di Pakistan

Badai Salju Menewaskan Para Warga & Anak-Anak di PakistanSebanyak 22 orang meninggal dunia di dalam kendaraan karena terjebak badai salju di Murree, Pakistan. Para korban terdiri dari 10 anak-anak dan 12 orang dewasa. Mereka dilaporkan meninggal karena mengalami hipotermia usai suhu di Murre turun hingga -8 derajat celcius. Salju lebat diberitakan turun selama dua hari.

Salju menumpuk hingga lebih dari satu meter dan membuat para pengendara terjebak. Semua rute menuju Murree ditutup karena lalu lintas yang padat. Salju juga membuat alat berat untuk membersihkan mengalami kendala. Sedikitnya 22 warga Pakistan, termasuk 10 anak-anak, tewas membeku karena badai salju menjebak mereka di dalam mobil semalaman.

Sebagian besar korban meninggal dunia karena hipotermia. Berdasarkan keterangan Menteri Dalam Negeri Pakistan, Sheikh Rashid Ahmed, salju turun di kawasan Murree Hills sejak Jumat, 7 Januari 2022 malam, dan menggunung setebal 1 meter pada Sabtu, 8 Januari 2022 paginya. Salju menyebabkan suhu turun hingga minus 8 derajat celcius. Dibutuhkan alat berat untuk membersihkan salju.

Ribuan mobil masih terjebak saat militer dikerahkan
22 Turis di Pakistan Tewas Membeku akibat Terjebak Badai Salju

Ahmed menjelaskan para pejabat memanggil pasukan militer untuk membantu mereka yang terjebak salju. Hingga Sabtu malam, ribuan kendaraan telah ditarik dari salju, tetapi lebih dari seribu kendaraan masih terjebak.

Militer mengubah sekolah-sekolah yang dikelola tentara menjadi kamp-kamp bantuan. Mereka menyediakan tempat berteduh dan makanan bagi para turis yang telah diselamatkan.

Tayyab Gondal, seorang korban, masih sempat mengirimkan pesan suara terakhir kepada sepupunya, Naveed Iqbal.

“Kami terdampar di mobil selama 18 dan 20 jam dan menunggu, dan (belum tahu) harus menunggu berapa lama lagi. Semoga Tuhan membantu, sebab kami benar-benar khawatir,” kata Iqbal, dikutip dari The Guardian.

Banyak turis yang terdampar di Murree mengatakan kepada media lokal bahwa mereka mengalami masalah dalam mendapatkan makanan, akomodasi, dan bantuan.

Korban meninggal karena hipotermia dan keracunan
22 Turis di Pakistan Tewas Membeku akibat Terjebak Badai Salju

Saat militer membersihkan jalanan, mereka sebenarnya telah membagikan selimut dan makanan kepada orang-orang yang terjebak di dalam kendaraan yang tertutup salju. Sayangnya, banyak dari mereka yang meninggal karena hipotermia.

Ada pula korban yang meninggal karena keracunan karbon monoksida, setelah pemanas mobil dipaksa bekerja untuk waktu yang lama, demikian laporan dokter penyalamatan, Abdur Rahman.

Murree Hills terletak 48 kilometer di utara ibu kota Islamabad. Murree adalah kota resor musim dingin populer yang mampu menarik satu juta turis setiap tahunnya. Jalan-jalan menuju kota sering terhalang salju pada musim dingin.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dihujani kritik
22 Turis di Pakistan Tewas Membeku akibat Terjebak Badai Salju

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, mengaku terkejut dengan kematian tragis para turis. Menurut dia, insiden ini terjadi karena skala hujan salju yang tidak terduga dan orang-orang yang bepergian tanpa persiapan.

“(Saya) telah memerintahkan penyelidikan dan akan menerapkan peraturan yang ketat untuk mencegah tragedi semacam ini,” cuit Khan melalui akun Twitter-nya.

Ratusan aktivis, jurnalis, dan politisi mengkritik tanggapan perdana menteri, karena narasi yang dianggap tidak peka terhadap korban.

“Tanggapan yang tidak sensitif dan mengejutkan, ini adalah kegagalan pemerintahan Anda, terimalah hal itu! Mereka (aparat dan pemerintah) bisa dengan mudah mengambil tindakan pencegahan ketika mengetahui bahwa sejumlah besar orang sedang menuju Murree,” kata jurnalis senior, Absa Komal.

Dilaporkan media setempat, setidaknya ada seribu orang di Murree yang terdampak badai salju. Mereka terjebak dan kekurangan makanan. Otoritas terkait saat ini masih terus mengupayakan bantuan untuk mereka yang terdampak.

Banyak bangunan sekolah di Murree telah diubah menjadi kamp-kamp bantuan di mana pihak Pakistan menyediakan tempat berteduh dan makanan masyarakat terdampak.

Pihak berwenang menyalahkan bencana itu pada gelombang besar wisatawan yang mungkin tidak mempertimbangkan prakiraan cuaca. Adapun para kritikus pemerintah mengatakan para pejabat tidak siap untuk menangani situasi seperti itu.

Dalam pesan video, Menteri Dalam Negeri Sheikh Rashid Ahmed mengatakan turis telah berbondong-bondong ke Murree dalam jumlah seperti itu, “untuk pertama kalinya dalam 15 hingga 20 tahun, yang menciptakan krisis besar”, dan sekitar 1.000 mobil terjebak di stasiun bukit.