AS Menahan Mantan Mendagri Bolivia Atas Kasus Dugaan Suap

AS Menahan Mantan Mendagri Bolivia Atas Kasus Dugaan Suap

AS Menahan Mantan Mendagri Bolivia Atas Kasus Dugaan Suap – Arturo Carlos Murillo Prijic adalah seorang pengusaha dan politikus Bolivia yang menjabat sebagai Menteri Pemerintah Bolivia dari 13 November 2019 hingga 6 November 2020 selama pemerintahan sementara Jeanine Áñez . Selama karir politiknya, Murillo menjabat sebagai Deputi dan kemudian menjadi Senator untuk Departemen Cochabamba .

Mantan Mendagri Bolivia, Arturo Murillo resmi ditangkap Pemerintah Amerika Serikat terkait dugaan terlibat kasus suap. Setelah sebelumnya mantan pejabat Bolivia tersebut tengah diinvestigasi pihak persekutor Bolivia terkait kasus hilangnya barang bukti narkoba sitaan. Mendagri yang menjabat pada masa pemerintahan Jeanine Anez tersebut diketahui sudah meninggalkan Bolivia dan mengasingkan diri ke AS setelah terpilihnya Presiden Luis Arce pada Oktober tahun lalu.

Pada tanggal 8 Januari, dakwaan terhadap Murillo dan López diformalkan untuk mengaktifkan Red Notice yang meminta Interpol menemukan lokasi Live Chat Live22 dan untuk sementara menahan kedua mantan menteri tersebut sambil menunggu ekstradisi . Murillo ditangkap di Amerika Serikat bersama dengan kepala stafnya, Sergio Rodrigo Méndez.

1. Amerika Serikat tahan Arturo Murillo terkait dugaan menerima suap
AS Tahan Mantan Mendagri Bolivia Arturo Murillo

Pemerintah AS telah menangkap dan menahan mantan Mendagri Bolivia Arturo Murillo yang sedang berada di Miami, Florida.

Penangkapannya Murillo terkait dengan dugaan dirinya menerima suap sebesar 602 ribu dolar AS dari pebisnis di Florida untuk melancarkan kontrak penyediaan gas air mata kepada Pemerintah Bolivia di bawah Jeanine Anez.

Di samping itu, kepala staffnya Sergio Méndez juga ikut ditangkap bersamaan dengan pemilik perusahaan persenjataan polisi dan militer AS. Bahkan ayah pengusaha tersebut juga menjadi salah satu orang yang ditangkap karena terindikasi melakukan penyelundupan senjata ke Bolivia dua dekade yang lalu, dilansir dari Associated Press.

2. Bolivia minta AS untuk ekstradisi Arturo Murillo

Dilansir dari laman Europa Press, pada hari Rabu (26/05/2021) Menteri Dalam Negeri Bolivia, Eduardo del Castillo telah mengumumkan jika pemerintahnya akan meminta Amerika Serikat untuk mengekstradisi Arturo Murillo dan Sergio Mendez. Selama ini, Murillo sudah diinginkan oleh Pemerintah Bolivia lantaran terindikasi berbagai kasus korupsi, pencucian uang dan hilangnya narkoba sitaan.

Terkait dengan kasus Arturo Murillo, otoritas Bolivia juga telah menahan dua orang. Pertama adalah Daniel Aliss Paredes yang merupakan saudara tirinya sendiri dan ditangkap lantaran mencoba menarik uang dengan nama Murillo. Lalu terdapat Daniel Bellot, seorang mantan polisi yang bekerja untuk Murillo dan terlibat dalam pembelian senjata tak mematikan, dikutip dari laman El Deber.

3. Murillo dikenal sebagai politisi sayap kanan kontroversial
AS Tahan Mantan Mendagri Bolivia Arturo Murillo

Arturo Murillo selama ini dikenal sebagai politisi sayap kanan paling provokatif dan kontroversial. Bahkan sebagai anggota parlemen, ia mendukung keras larangan aborsi dan mengatakan lebih baik bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gedung lima lantai untuk mengakhiri kehamilan.

Bahkan ketika menjabat sebagai Mendagri, ia mengatakan jika lawannya merupakan teroris narkoba dan berusaha menghukum Evo Morales atas upaya penghasutan. Namun tindakannya tersebut justru menjadi bumerang setelah lengsernya pemerintahan sayap kanan dan terpilihnya Presiden Luis Arce, dikutip dari Associated Press.

Setelah pemerintahan Bolivia kembali berada di bawah kepemimpinan sayap kiri, ia dituding terlibat dalam tindak kriminalitas, bahkan mantan Presiden Jeanine Anez juga ditahan sejak Maret lalu. Sejak akhir tahun lalu, Murillo telah memutuskan untuk melarikan diri ke AS hingga kini.