AS Desak Taiwan Memasok Banyak Chip ke Perusahaan Mobilnya

AS Desak Taiwan Memasok Banyak Chip ke Perusahaan Mobilnya

AS Desak Taiwan Memasok Banyak Chip ke Perusahaan Mobilnya – Pandemi sempat menghambat sejumlah pabrikan dalam melakukan proses produksi. Setelah sempat menglami pemulihan, kini, proses produksi pun kembali mengalami hambatan.

Kelangkaan chip ini terjadi karena masih berkaitan dengan pandemi yang membuat produksi chip belum sesuai dengan jumlah permintaan yang ada. Padahal, instrumen ini merupakan salah satu instrumen utama dalam kebutuhan sistem elektronik kendaraan dan sistem infotainment.

Terkait kebutuhan chip, setiap kendaraan rata-rata membutuhkan komponen ini sebanyak 50 hingga 200 buah. Sedangakan mobil listrik membutuhkan chip Club388 Indonesia hingga 3.500 buah.

Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) menekan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) dan perusahaan Taiwan lainnya untuk memprioritaskan kebutuhan chip perusahaan mobil AS.

Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan Gina Raimondo pada Selasa (4/5/2021) saat menanggapi pertanyaan dari seorang eksekutif General Motors pada acara Council of the Americas

“Kami bekerja keras untuk melihat apakah kami bisa membuat Taiwan dan TSMC, yang merupakan perusahaan besar di sana, untuk, Anda tahu, memprioritaskan kebutuhan perusahaan otomotif kami karena ada begitu banyak pekerjaan Amerika yang dipertaruhkan,” kata Raimondo, mengutip CNBC.

“Seperti yang saya katakan, tidak ada satu hari pun yang berlalu di mana kita tidak memaksakannya,” tambahnya.

1. Peningkatan investasi di AS
AS Desak Taiwan Memasok Lebih Banyak Chip ke Perusahaan Mobilnya

Dalam kesempatan itu, Raimondo juga mengatakan bahwa diperlukan peningkatan investasi jangka panjang untuk menghasilkan lebih banyak semikonduktor di Amerika Serikat dan bahwa rantai pasokan penting lainnya perlu ditopang kembali, termasuk ke negara-negara sekutu.

“Solusi jangka menengah dan panjang adalah sekadar membuat lebih banyak chip di Amerika,” ungkapnya.

2. Tanggapan TSMC

Pernyataan Raimondo disampaikan di saat isu soal kekurangan chip sedang menjadi kekhawatiran banyak pihak, utamanya pelaku di industri otomotif.

Menanggapi ini, TSMC mengatakan bahwa mengatasi kekurangan tetap menjadi prioritas utamanya.

“TSMC telah bekerja dengan semua pihak untuk mengatasi kekurangan pasokan chip otomotif, kami memahami itu adalah keprihatinan bersama dari industri otomotif dunia,” katanya dalam sebuah pernyataan kepada Reuters, Rabu.

CEO TSMC C.C. Wei mengatakan bulan lalu perusahaan telah bekerja sama dengan pelanggannya sejak Januari untuk mengalokasikan kembali lebih banyak kapasitas untuk mendukung industri otomotif, tetapi kekurangan itu memburuk karena terjadi badai salju di Texas dan gangguan manufaktur yang hebat di Jepang.

Wei berharap kekurangan chip untuk klien otomotifnya akan berkurang drastis mulai kuartal berikutnya.

3. Masalah kekurangan chip sebabkan PHK

Direktur Legislatif United Auto Workers Josh Nassar mengatakan dalam kesaksian tertulis untuk sidang DPR AS pada Rabu bahwa kekurangan chip telah mengakibatkan puluhan ribu orang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Jelas, kita perlu meningkatkan produksi dalam negeri semikonduktor berkualitas otomotif,” katanya.

Berbagai perusahaan mobil AS juga telah menyatakan kekhawatirannya soal dampak kekurangan chip. Di mana pada pekan lalu, Ford Motor memperingatkan bahwa kekurangan chip dapat memangkas produksi kuartal kedua hingga setengahnya.

Sementara itu GM mengatakan pada Jumat lalu akan memperpanjang penghentian produksi di beberapa pabrik Amerika Utara karena kekurangan tersebut.