Armada Laut Hitam Rusia Terus Mengawasi Kapal Perang Prancis

Armada Laut Hitam Rusia Terus Mengawasi Kapal Perang Prancis

Armada Laut Hitam Rusia Terus Mengawasi Kapal Perang Prancis – Pasukan Armada Laut Hitam Rusia sedang mengawasi kapal fregat Prancis Auvergne yang telah memasuki Laut Hitam. Pusat Kontrol Pertahanan Nasional Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengatakan hal itu.

Situasi ini semakin memanaskan ketegangan di Laut Hitam. Pekan lalu, jet tempur Rusia dikerahkan untuk mencegat dan menguntit pesawat tempur Rafale dan Mirage-2000 milik Prancis, serta pesawat tanker C-135 Angkatan Udara Prancis saat mereka terbang di atas Laut Hitam.

Kementerian Pertahanan Federasi Rusia menjelaskan Armada Laut Hitam Rusia terus mengawasi kapal perang Prancis yang sedang berlayar di Laut Hitam. Pernyataan itu disampaikan Rusia, ketika Kapal Fregat Auvergne milik Angkatan Laut Prancis memasuki perairan Laut Hitam di hari yang sama.

1. Terjadi tidak lama pasca insiden pencegatan di langit Laut Hitam

Pengawasan yang dilakukan Rusia terhadap kapal militer Prancis tersebut adalah kelanjutan dari insiden-insiden beberapa hari terakhir. Dikutip dari The Defense Post, setidaknya total delapan pesawat militer Prancis berhasil diusir oleh jet tempur Rusia ketika memasuki wilayah udara Laut Hitam.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Pertahanan Rusia aksi pencegatan diperlukan karena pesawat-pesawat itu mendekati teritorial udara Rusia. Kekuatan militer Rusia di Laut Hitam sendiri diketahui akan menindak tegas segala bentuk ancaman. Bahkan mereka tidak segan menjatuhkan bom sebagai tembakan peringatan seperti yang terjadi beberapa bulan lalu.

2. Ancaman serius Kapal Fregat Auvergne
Rusia Pantau Kapal Perang Prancis di Laut Hitam

Kedatangan Kapal Fregat Auvergne ke Laut Hitam memang menghadirkan ancaman serius bagi aset militer Rusia di sekitar Laut Hitam. Melansir TASS, Auvergne adalah kapal rudal fregat buatan Prancis yang memiliki kemampuan peluncuran delapan rudal anti kapal Exocet MM40 Block 3 dan 16 rudal penjelajah dengan jarak seribu kilometer.

Ditugaskan sejak 2015, kekuatan perusak dahsyat yang dimiliki Auvergne cukup membuat negara dengan kekuatan militer terkuat di Eropa tersebut was was.

3. Putin menginginkan jaminan keamanan dari AS dan NATO
Rusia Pantau Kapal Perang Prancis di Laut Hitam

Ketegangan di Laut Hitam antara Rusia serta NATO merupakan imbas dari perseteruan Rusia-Ukraina yang masih berlanjut. Situasi ini lalu membawa seluruh pihak ke dalam ancaman konflik serius yang berpotensi berubah menjadi perang terbuka.

Dilaporkan France24, melihat ancaman perang yang semakin sulit dihindari, Presiden Rusia Vladimir Putin menginginkan dialog antara Amerika Serikat (AS) dan NATO bersama Rusia dapat dilakukan secepatnya. Putin mencap Kremlin hanya membutuhkan “jaminan hukum internasional” dari AS dan NATO agar tidak melanjutkan ekspansi yang mengancam keamanan nasional Rusia.

Vladimir Putin dilaporkan sudah berbincang dengan Presiden Finlandia Sauli Niinsto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron melalui sambungan telepon dalam kesempatan terpisah. Topik utama perbincangan mereka adalah kelanjutan negosiasi Rusia-NATO dan masalah Ukraina.

Pernyataan itu muncul setelah Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pekan lalu bahwa pesawat tempur Su-27 telah dikerahkan untuk membayangi jet tempur Rafale dan Mirage-2000 Prancis, serta pesawat tanker C-135 Angkatan Udara Prancis saat mereka terbang di atas Laut Hitam.

Meskipun Prancis belum mengerahkan kapal perang ke Laut Hitam sejak September 2020, penerbangan pengawasan dan misi menyelidiki keamanan perbatasan maritim Rusia dilakukan pada Februari dan Mei 2021, dengan jet Rusia bergegas mencegat dan menguntit para penyusup potensial setiap kali muncul.