Argentina Batal mengekspor Daging Sapi Untuk Turunkan Harga

Argentina Batal mengekspor Daging Sapi Untuk Turunkan Harga

Argentina Batal mengekspor Daging Sapi Untuk Turunkan Harga – Ekspor adalah proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain. Proses ini sering kali digunakan oleh perusahaan dengan skala bisnis kecil sampai menengah sebagai strategi utama untuk bersaing di tingkat internasional. Pemerintah Argentina memutuskan untuk menghentikan ekspor daging sapi selama satu bulan lamanya. Keputusan ini diberlakukan demi mengurangi kenaikan harga daging sapi untuk pasar dalam negeri yang terus melambung.

Republik Argentina (bahasa Spanyol: República Argentina), lebih dikenal sebagai Argentina, merupakan negara Amerika Latin terbesar kedua dan negara berbahasa Spanyol terbesar di dunia. Selama ini Argentina dikenal Live Chat Live22 sebagai negara pengekspor daging sapi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Australia, dan India.

1. Melarang ekspor daging sapi selama 30 hari

Pada hari Senin (17/05/2021) Pemerintah Argentina menunda sementara ekpor daging sapi ke luar negeri selama 30 hari. Kebijakan ini diambil lantaran stabilnya kenaikan harga daging sapi selama beberapa bulan terakhir yang cukup mengkhawatirkan pemerintah setempat.

Dilansir dari BioBioChile,  Presiden Alberto Fernandez mengatakan bahwa, “Sebagai konsekuensi atas meningkatnya harga daging sapi untuk pasar domestik, maka pemerintah memutuskan untuk membatasi operasi, praktek spekulatif dan menghalangi pengampunan pajak dalam pasar luar negeri. Kebijakan ini akan diberlakukan dan ekspor daging sapi akan ditunda selama 30 hari.”

Padahal nilai ekspor daging sapi Argentina selama 2020 tengah mengalami penurunan sebesar 16,5 persen dibanding tahun 2019 dengan jumlah sebesar 3.368 juta dolar AS. Sementara itu, tujuan utama ekspor daging sapi Argentina menuju ke China, Jerman dan Israel.

2. Mendapat penolakan dari Asosiasi Bisnis Argentina

Dikutip dari Infobae, pihak Asosiasi Bisnis Argentina (AEA) tengah mengkritisi keputusan pemerintah Argentina untuk menunda ekspor daging sapi selama 30 hari. Pihak AEA juga memberikan ungkapan bahwa, “Masa depan Argentina bergantung terhadap ekspor. Hanya dengan ekspor lebih kita bisa lepas dari stagnansi dan menuju ke pembangunan lebih. Pembatasan ekspor daging sapi adalah keputusan sangat buruk yang menjauhkan kita dari kemajuan.”

Penundaan ekspor daging sapi ini akan berdampak menyeluruh terhadap rantai aktivitas distribusi di berbagai daerah dalam negeri dan membuat kita kehilangan nilai tukar luar negeri. Di samping itu, ini akan mengurangi investasi dan menurunkan lapangan pekerjaan dalam sektor tersebut, serta nantinya akan beresiko besar terhadap akses pasar luar negeri.

3. Turunnya konsumsi daging sapi di Argentina

Selain sebagai salah satu produsen terbesar, Argentina selama ini juga dikenal sebagai salah satu negara pengonsumsi daging sapi terbesar. Namun konsumsi daging sapi telah mengalami penurunan terendah terkait dengan situasi ekonomi di Argentina dan pengaruh inflasi yang mencapai 17,6 persen.

Pada tahun ini konsumsi daging sapi di Argentina rata-rata hanya mencapai 49,2 kg per tahunnya. Padahal pada April 2009, konsumsi daging sapi di Argentina mengalami tingkat tertingginya yang mencapai 69,3 kg. Harga sepotong daging sapi di Argentina telah meningkat hingga 65,3 persen pada bulan April tahun ini dibanding harga daging sapi satu tahun lalu, dikutip dari laman DW.

Sejak tiga tahun ini, Argentina tengah menghadapi resesi dan diperburuk dengan adanya pandemik COVID-19. Hal ini mengakibatkan turunnya angka PDB sebesar 9,9 persen dan kemiskinan yang mencapai 42 persen dari total penduduk, dilaporkan dari BioBioChile.