Alasan Diperbolehkan Kapasitas Transportasi Umum Bisa 100 %

Alasan Diperbolehkan Kapasitas Transportasi Umum Bisa 100 %

Alasan Diperbolehkan Kapasitas Transportasi Umum Bisa 100 % – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mulai memberlakukan kapasitas angkut pelanggan sebesar 100% atau kapasitas penuh selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)  level 2 di Jakarta. Oleh karena itu, marka atau tanda jarak aman yang terpasang di lantai halte, bus dan bangku pelanggan akan dicopot secara bertahap.

Sebelumnya, sebagai upaya menekan angka penyebaran Covid-19, Transjakarta membatasi kapasitas angkut pelanggan maksimal sebesar 50% dari jumlah kapasitas total. Direktur Operasional PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Prasetia Budi mengatakan, kebijakan ini sebagai tindak lanjut dari Keputusan Gubernur Nomor 1245 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 Covid-19 .

Kasus aktif COVID-19 juga tersisa 1.234 kasus atau turun sebanyak 111.904 kasus atau turun 90 kali lipat dari puncak kasus aktif pada pertengahan Juli 2021 sebesar 113.138 kasus. Selain itu ada sejumlah alasan lain kenapa kini transportasi umum bisa 100 persen kapasitas.

1. Jumlah kasus aktif di Jakarta sisa 0,1 persen
Kenapa Transportasi Jakarta Bisa Kapasitas Penuh di PPKM Level 2?

Jumlah kasus aktif di Jakarta saat ini hanya 0,1 persen dari kasus konfirmasi positif COVID-19 secara total di Jakarta yang mencapai angka sebanyak 860.550 kasus.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 845.763 dengan tingkat kesembuhan 98,3 persen dan total 13.553 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,4 persen.

“BOR tempat tidur isolasi dan ICU di 140 rumah sakit rujukan COVID-19 juga turun terus. Saat ini tersisa tujuh persen untuk BOR tempat tidur isolasi dan 19 persen untuk BOR tempat tidur ICU,” ucap Riza.

2. Sudah banyak warga Jakarta yang divaksinasi
Kenapa Transportasi Jakarta Bisa Kapasitas Penuh di PPKM Level 2?

Alasan lain adalah saat ini sudah ada 8,18 juta warga di DKI yang mendapat vaksin COVID-19 lengkap atau dosis dua. Adapun yang telah mendapat vaksin dosis satu sebanyak 10,78 juta warga.

“Pertimbangannya (yang pertama) tentu vaksinnya sudah meningkat dengan komposisi sekitar 65 persen warga DKI dan 35 persen warga non KTP DKI,” kata Riza.

3. Untuk mulai gerakkan perekonomian
Geber Fish Market untuk Gerakkan Perekonomian

Alasan terakhir adalah menyangkut pergerakan ekonomi di Indonesia, khususnya Jakarta dengan penurunan PPKM ke level 2.

“Dan juga alasan lainnya adalah kita juga harus meningkatkan, menggerakkan ekonomi dan sebagainya. Mobilitas orang juga perlu, apalagi sekarang juga kantor non esensial sudah dibuka,” tutur Riza.

Sebelumnya, kebijakan Pemprov DKI Jakarta mengizinkan kendaraan umum beroperasi penuh dengan kapasitas penumpang 100 persen, mendapatkan kritik sejumlah pihak karena berpotensi menimbulkan kerumunan di kendaraan umum karena tidak adanya jaga jarak aman.