130 dari Pejabat As Diketahui Mengalami Sindrom Havana

130 dari Pejabat As Diketahui Mengalami Sindrom Havana

130 dari Pejabat As Diketahui Mengalami Sindrom Havana – Sindrom Havana adalah serangkaian tanda dan gejala medis yang dilaporkan oleh staf kedutaan besar Amerika Serikat dan Kanada di Kuba sejak akhir 2016 serta kemudian di beberapa negara lain, termasuk Amerika Serikat. Pemerintah Amerika Serikat mengatakan bahwa lebih dari 130 pejabat Amerika Serikat mengalami Sindrom Havana dalam pernyataannya pada hari Kamis, 13 Mei 2021, waktu setempat.

Penyakit tersebut merupakan penyakit yang melanda bagian Club388 Indonesia organ otak dan masih misterius sampai saat ini. Bagaimana awal ceritanya?

1. Berawal dari bulan Desember 2020 lalu yang melaporkan 3 petugas CIA mengalami penyakit tersebut
Lebih dari 130 Pejabat AS Diketahui Alami Sindrom Havana

Dilansir dari The Guardian, ada lebih dari 130 kasus insiden cedera otak misterius yang tak dapat dijelaskan sampai saat ini yang dikenal dengan istilah Sindrom Havana di antara para diplomat, mata-mata, serta pejabat pertahanan Amerika Serikat, di mana beberapa diantaranya terjadi dalam beberapa pekan terakhir ini. Sebanyak 3 petugas CIA pada bulan Desember 2020 lalu dilaporkan mengalami gejala serius setelah menjalani tugas dari luar negeri dan membutuhkan perawatan rawat jalan di Rumah Sakit Militer Walter Reed di Washington, D.C, Amerika Serikat.

Mantan pejabat yang menderita Sindrom Havana, Mark Zaid, mengatakan bahwa dia telah dihubungi oleh lebih banyak orang yang percaya bahwa mereka telah terpengaruh. Pejabat Amerika Serikat mengkonfirmasi bahwa masih ada kasus baru yang sedang ditinjau tetapi memperingatkan bahwa publisitas yang diberikan untuk kasus Sindrom Havana sebelumnya telah membuat beberapa orang menafsirkan kembali gejala yang mereka derita dan bertanya-tanya apakah mereka mungkin menjadi korban dari beberapa bentuk serangan yang sebelumnya tidak mereka alami.

2. Beberapa badan federal pada akhir April 2021 lalu setidaknya menyelidiki 2 kemungkinan di Amerika SerikatĀ 
Lebih dari 130 Pejabat AS Diketahui Alami Sindrom Havana

Beberapa badan federal pada akhir bulan April 2021 lalu telah menyelidiki setidaknya 2 kemungkinan insiden di Amerika Serikat, termasuk satu di Gedung Putih pada bulan November 2020 lalu, yang tampak mirip dengan serangan misterius dan tak terlihat yang telah menyebabkan gejala yang melemahkan puluhan personel Amerika Serikat di luar negeri. Sementara itu, Pentagon dan lembaga lainnya yang menyelidiki masalah tersebut belum mencapai kesimpulan yang jelas mengenai apa yang terjadi, fakta bahwa serangan semacam itu mungkin terjadi di dekat Gedung Putih sangat mengkhawatirkan.

Desas-desus tersebut sebenarnya telah lama beredar di Washington, D.C, Amerika Serikat, mengenai insiden serupa di negara tersebut. Sementara kasus baru-baru ini di sekitar Washington, D.C, tampak serupa dengan serangan nyata sebelumnya yang mempengaruhi para diplomat, perwira CIA, dan personel Amerika Serikat lainnya yang bertugas di Kuba, Rusia, dan Tiongkok, para penyelidik belum menentukan apakah peristiwa yang membingungkan di dalam negeri terkait dengan yang telah terjadi di luar negeri atau aktor yang ada di belakang mereka.

Pejabat pertahanan yang memberi pengarahan kepada anggota parlemen mengatakan ada kemungkinan Rusia berada di balik serangan itu, tetapi mereka tidak memiliki cukup informasi yang memastikannya. Mantan pejabat Amerika Serikat lainnya yang terlibat dalam penyelidikan pada saat itu mengatakan Tiongkok juga termasuk di antara tersangka.

3. Para pemimpin Pentagon membentuk satuan gugus tugas untuk melacak laporan gejala tersebut
Lebih dari 130 Pejabat AS Diketahui Alami Sindrom Havana

Misteri lain seputar Sindrom Havana adalah bagaimana pemerintah Amerika Serikat menghadapi masalah tersebut dan diantara mereka yang menyelidiki pola misterius kemungkinan serangan adalah CIA, Departemen Luar Negeri, dan Departemen Pertahanan. Menjelang akhir pemerintahan Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, Pentagon telah berusaha untuk mengatasi rasa frustrasi karena lembaga lain tidak berbuat cukup untuk mengatasi masalah tersebut.

Para pemimpin Pentagon membentuk satuan gugus tugas untuk melacak laporan gejala seperti itu yang mengenai personel Departemen Pertahanan di luar negeri, sebuah upaya yang menurut Sekretaris Pertahanan, Chris Miller, sebagian dimaksudkan sebagai permainan kekuasaan briokrasi memaksa CIA dan negara bagian untuk menangani masalah tersebut dengan lebih serius pada personel mereka sendiri. Miller mengatakan dia mulai melihat laporan gejala misterius ini sebagai prioritas yang lebih tinggi pada bulan Desember 2020 lalu, setelah mewawancarai seorang korban yang diduga memiliki pengalaman pertempuran yang luas.